Ku masih dan selalu saja meratapi
diriku. Entah sampai kapan ku akan terus seperti ini. Pekerjaanku sepulang
sekolah adalah melamun dan selalu melamun.
Sambil terus mendengarkan lagu pasto aku pasti kembali yang diputar beberapa kali, ku memandangi foto lama di HP-ku. Gambar itu adalah seorang Gadis remaja kecil dan Lelaki remaja kecil berseragam biru-putih. Dua anak itu bergaya. Berpegangan tangan dengan wajahnya seperti menarik senyuman. Ku tertawa sendiri teringat dengan semua kisah masa laluku
.
Sambil terus mendengarkan lagu pasto aku pasti kembali yang diputar beberapa kali, ku memandangi foto lama di HP-ku. Gambar itu adalah seorang Gadis remaja kecil dan Lelaki remaja kecil berseragam biru-putih. Dua anak itu bergaya. Berpegangan tangan dengan wajahnya seperti menarik senyuman. Ku tertawa sendiri teringat dengan semua kisah masa laluku
.

“ D’, a cakep nggak gini?” ku meminta pendapat
hana.
Saat itu, Aku baru saja mencukur rambut.
“ Idih, Cakep ko.. daripada botak kaya
kemaren!” ujar hana
kecil sambil tertawa.
“ Hmm.. masa sih d, kamu juga cakep d”

“ He” narsis banget sih kamu a”
“ kenapa ? ko Narsis!”
“ Ia, ini foto-foto aja”
“ Buat kenang-kenangan
d’, kita kan mau lulus! Gimana-gimana juga, jelek-jelek juga, ni sekolah kan
yang mempertemukan kita d”.
. Ku tertawa lagi, tapi ia sadar bahwa
semuanya adalah hanya kenangan masa lalu ketika ku bersekolah Menengah Pertama.
“ Dimana Hati kamu sekarang, d? Apa ku gak
bias nemuinnya lagi?”
Ku lelah. ku mematikan Audio Player.
***
Nun jauh disana, entah hana sedang melakukan apa. Apakah
sama juga sedang teringat pada masa laluanya bersamaku.
“ A… kamu dimana? D’ takut a’
kenapa-napa…!” a’ kemana teriak
hana penuh kekhawatiran ketika ku Pergi Kabur Meninggalkan Rumah .
Dan ku memang sedang terombang-ambing diantara
hidup dan mati ditengah masalah Hidupku itu. Aku pergi untuk meninggalkannya.
Pesan terakhirku saat itu ku bilang “ d’, kamu baik-baik ya dsini, insyaallah
nanti kita ktemu lagi, jaga diri baik-baik d’ ”.
hana tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa
menangis.

“ Aaaaaaaaaaaaaaaaa…!” teriaknya saat
disekolah dan menceritakan
kepergiaanku kepada teman-teman yang lain.
Segera hana bersama teman-teman yang lain
mencoba mencariku. HP ku lobet, ia tak bisa
kontek denganku, dan akupun tak bicara jika ku pergi kemana? Tapi ku
juga merasa gelisah, hingga akhirnya ku Sempat SMS dia menggunakan HP orang
lain. Hingga aku berulang-ulang di- Telponnya, Hingga akhirnya ku Terayu
olehnya tuk Pulang. 3 hari Kepergiaanku ternyata membuatku mengetahui berapa
besar Sayang hana
untukku.
Hari-hari kita memang selalu berdua tak pernah
terpisahkan. Berangkat dan pulang sekolah, selalu berdua. Mendapat Peran Teater
pun menjadi pasangan Raja dan Ratu. Cinta sudah terpatri dihatiku dengannya
meski tak terucap kata cinta itu. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Padahal,
orang tua ia tak setuju dengan ke akraban aku dengannya. Tapi, biar orang
tua tak setuju. Kita berikrar tak akan pernah terpisah untuk selama-lamanya.
“KAU
DAN AKU SATU DAN KAU UNTUK SELAMANYA” begitu janji ku pada hana.
Dan kenyataan kita terpisah. Ternyata Aku tak
seperti dulu dan hana pun
bukan hana
yang ku kenal dulu. Tapi sungguh ku masih sangat mencintainya.
***
Tiga tahun tentu
bukanlah waktu yang sebentar, itu adalah waktu yang sangat lama untuk membangun
sebuah Bangunan Cinta nan amat Kokoh . Selama sekian tahun itu, aku dan hana bersama. Namun itu tak
meluluhkan kerasnya Hati hana
sekarang, ia seakan tak acuh lagi denganku, dan sampai aku memutuskan tuk mencoba membencinya.
“ D’… kenapa kamu sekarang? Tahukah kamu, aku
sangat mencintaimu?” ku coba menitipkan kata pada angin yang bersiyur.
Mudah-mudahan saja hana mendengarnya
disana.
Tiga tahun runtuh seperti ini. Tak kan ada lagi lika-liku Cinta
antara ku dengannya,, Jika ada sebuah Penghargaan munkin aku dengannya adalah
Pasangan yang sangat banyak mendapatkan penghargaan, Pasangan Putus-Nyambung,
Pasangan ter-unik, Ter-Aneh, Ter-, Ter- dech. Tapi kini hanya Harapan, seketika
Hati hana
membeku
sekeras batu nana mat besar yang tak bisa terluluhkan lagi. Hancurlah harapanku
untuk bisa slalu dengan cintanya itu.
“ Bagaimana jika ternyata hana mengkhianatiku, lalu ia kini
bersanding dengan orang lain” . Hati ku mulai berprasangka yang
tidak-tidak, karena ku paling tak terima jika ia dekat dengan orang lain”.
“ Ah, tapi buat apa, aku tak terima! Itu
Haknya, dia mau punya Pacar baru tah, balikan ma pacar lamanya tah,, aku
tak punya hak ngurusin dia lagi” Gertak hatiku, memarahi diriku yang Egois ini.
Ah, hatiku berperang, bergejolak pertarungan
kata-kata antara Ego dan Hatinya.
“ Sekali lagi, aku yakinkan padamu, hana bukan Siapa-siapa lagi
untukmu. kamu tak punya hak lagi ngurusin dia..” bisik hati Ku.
Disini kumelihat atap dinding yang bolong. ku
seperti melihat bayangan masa lalunya ketikaku Kabur dan Hana menangis khawatir. Huh!
***
Di kamar ini ku Sejenak Terdiam, mencoba
Menerima semuanya yang telah terjadi. Yang Sudah, YA SUDAHLAH!! Mungkin ini
adalah akhir dari Perjalananku dengannya,, dan langkah awal tuk melangkah
kembali mencari Cinta sejatiku. Kucoba hapus Kesedihannku, Menutup Cerita
bersamanya dan membuka Cerita baru. Aku sejenak Tenang, hatiku dan Egoku mulai
Selaras, beberapa menit itu telah membuatku melupakan Kepedihanku. Saat ku
berpaling ke dinding kumelihat Boneka itu, boneka pemberiaan dari Hana. Huh, kembali Hatiku di
Ingatkan kembali oleh Cerita lamaku bersama Hana. “Ya allah kapan ini semua
akan berakhir, aku sudah tak tahan atas semua ini. Ya aku mencintainya, aku
menyayanginya.. tapi ini semua tak bisa dipaksakan lagi” gemuruh Jiwaku
bertanya kepada sang Ilahi.
Lagi-lagi aku harus berperang dengan Hatiku,
entah sampai kapan ini semuanya berakhir… tapi ku tak mau begini, mungkin butuh
waktu tuk hapus semuanya.
Pesanku untuknya ” Cinta ini memang tak Bisa
karena Terpaksa, harus keTulusanlah yang bisa membuat Cinta Abadi, tapi bukan
inilah Jalan terbaik yang kau Pilih. Tapi ya sudahlah ini semua telah Menjadi
Keputusanmu” dan Permintaan terakhir ku untuknya adalah jadilah wanita pertama dan
terindah selamanya di hatiku


CATATAN : Cerpen
ini terinspirasi dari cerpen love is true ? dan di karang bedasarkan kisah
nyata dari kisah nyata
Pesan-pesan buat pembaca : jika kamu sangat menyayangi seseorang jagalah dia dan jangan pernah meninggalkannya karena kamu akan merasa benar-benar kehilangan saat dia pergi dari kehidupan kamu
“ JARAK TERJAUH BUKAN ANTARA SURGA DAN NERAKA, BUKAN JUGA ANTARA LANGIT DAN BUMI, BUKAN PULA ANTARA BULAN DAN MATAHARI. TAPI JARAK TERJAUH ITU SAAT ORANG YANG KITA SAYANG ADA DI DEKAT KITA TAPI DIA BUKAN MILIK KITA”
Pesan-pesan buat pembaca : jika kamu sangat menyayangi seseorang jagalah dia dan jangan pernah meninggalkannya karena kamu akan merasa benar-benar kehilangan saat dia pergi dari kehidupan kamu
“ JARAK TERJAUH BUKAN ANTARA SURGA DAN NERAKA, BUKAN JUGA ANTARA LANGIT DAN BUMI, BUKAN PULA ANTARA BULAN DAN MATAHARI. TAPI JARAK TERJAUH ITU SAAT ORANG YANG KITA SAYANG ADA DI DEKAT KITA TAPI DIA BUKAN MILIK KITA”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar