calendar


Sabtu, 14 April 2012

HANDI RADIYANTO



SELAMAT JALAN KAWAN

         Benar kata orang ajal datang sewaktu waktu . Disini dalam sebuah persahabatan yg sudah terjalin sekian lama harus terhenti karena ajal , Ada dua orang remaja ya bisa di bilang sahabat karib , mereka berdua masih bersekolah di jenjang SMK .Sebut saja mereka berdua adalah Dimas dan Bayu.
        Mereka tinggal di salah satu kamar kost di daerah Daan Mogot yang tidak terlalu jauh dari sekolah mereka . Berangkat , pulang sekolah mereka selalu bersama bahkan kalau makan pun sering jalan ke warteg dekat kost berdua , kalo di bilang Homo ya tidak namanya juga sahabat karib . Di dalam kamar kost setibanya pulang sekolah mereka menghabiskan waktu di kamar , belajar , bermain musik , sampai sampai tetangga kost mereka suka iri dengan persahabatan mereka berdua. Memang jarang sekali mereka berdua terlihat bertengkar.
       Disaat liburan sekolah datang,kost kosan terlihat sepi hanya terlihat segelintir orang berkepala botak (memang aturan sekolah kepala harus botak) . Yang tidak lain ialah Dimas,Eky dan Ujang , memang mereka berasal bukan dari pulau jawa , sehingga mereka hanya menikmati liburan hanya di kost kosan . Disaat Bayu harus mudik Dimas terlihat kesepian .
      Seminggu waktu liburan telah lewat , rasa kangen Dimas terhadap Bayu pun tak bisa di sanggah lagi , akhirnya Dimas mencoba untuk menghubungi Bayu karena lewat pesan singkat yg tak ada jawaban dari Bayu . Saat Dimas mencoba menghubungi Bayu , kembali tak ada jawaban dari Bayu , Dimas pun mulai resah.
      Di saat dimana Dimas,Eky dan Ujang sedang asyik mengobrol di teras kost kosan , terdengar suara dari handphone Dimas berdering . Lalu dengan cepat Dimas mengangkatnya , tak terlalu lama Dimas mengobrol . Handphone yang sedang di pegang Dimas pun terjatuh , Dimas pun termenung sambil berkata halus dengan mata yang berkaca kaca kepada Eky dan Ujang . “Bayu sahabatku sudah tak bernyawa lagi”
      Lalu dengan tak pikir panjang lagi Dimas pun bergegas ke Makam alm.Bayu yang memang sudah di kuburkan semalam setelah Dimas mendapat kabar dari Telpon . Sesampainya di lokasi TPU Dimas pun langsung mengarah makam baru yang tak terlalu jauh dari jalan besar . Dimas pun langsung bergegas berlari menuju makam tersebut dan yang tak lain ialah makam alm.Bayu, Dimas pun langsung duduk termenung dan tak bisa menahan air matanya yg terlihat mulai keluar bercucuran.Waktu pun sudah menjelang senja dan lokasi makam pun sudah mulai sepi dan terdengar suara petir yg sudah menggelegar di atas kepala Dimas.
       Terlihat dari kejauhan Eky dan Ujang menghampiri Dimas yang masih tertunduk lesu meratapi kepergian sahabatnya yang begitu cepat . Yang tak lain kedatangan Eky dan Ujang adalah mengajak Dimas untuk pergi dari makam alm.Bayu karena langit yg sudah mulai gelap.Guyuran hujan pun sudah mulai turun . akhirnya ketiga remaja tersebut memutuskan untuk pergi dari makam itu . Dengan rasa ikhlas Dimas pun akhirnya merelakan kepergian sahabatnya…………….


Tidak ada komentar:

Posting Komentar