SELAMAT
JALAN KAWAN
Benar kata orang ajal datang sewaktu
waktu . Disini dalam sebuah persahabatan yg sudah terjalin sekian lama harus
terhenti karena ajal , Ada dua orang remaja ya bisa di bilang sahabat karib , mereka
berdua masih bersekolah di jenjang SMK .Sebut saja mereka berdua adalah Dimas
dan Bayu.
Mereka tinggal di salah satu kamar kost
di daerah Daan Mogot yang tidak terlalu jauh dari sekolah mereka . Berangkat ,
pulang sekolah mereka selalu bersama bahkan kalau makan pun sering jalan ke
warteg dekat kost berdua , kalo di bilang Homo ya tidak namanya juga sahabat
karib . Di dalam kamar kost setibanya pulang sekolah mereka menghabiskan waktu
di kamar , belajar , bermain musik , sampai sampai tetangga kost mereka suka
iri dengan persahabatan mereka berdua. Memang jarang sekali mereka berdua
terlihat bertengkar.
Disaat liburan sekolah datang,kost kosan
terlihat sepi hanya terlihat segelintir orang berkepala botak (memang aturan
sekolah kepala harus botak) . Yang tidak lain ialah Dimas,Eky dan Ujang ,
memang mereka berasal bukan dari pulau jawa , sehingga mereka hanya menikmati
liburan hanya di kost kosan . Disaat Bayu harus mudik Dimas terlihat kesepian .
Seminggu waktu liburan telah lewat , rasa
kangen Dimas terhadap Bayu pun tak bisa di sanggah lagi , akhirnya Dimas
mencoba untuk menghubungi Bayu karena lewat pesan singkat yg tak ada jawaban
dari Bayu . Saat Dimas mencoba menghubungi Bayu , kembali tak ada jawaban dari
Bayu , Dimas pun mulai resah.
Di saat dimana Dimas,Eky dan Ujang sedang
asyik mengobrol di teras kost kosan , terdengar suara dari handphone Dimas
berdering . Lalu dengan cepat Dimas mengangkatnya , tak terlalu lama Dimas
mengobrol . Handphone yang sedang di pegang Dimas pun terjatuh , Dimas pun
termenung sambil berkata halus dengan mata yang berkaca kaca kepada Eky dan
Ujang . “Bayu sahabatku sudah tak bernyawa lagi”
Lalu dengan tak pikir panjang lagi Dimas
pun bergegas ke Makam alm.Bayu yang memang sudah di kuburkan semalam setelah
Dimas mendapat kabar dari Telpon . Sesampainya di lokasi TPU Dimas pun langsung
mengarah makam baru yang tak terlalu jauh dari jalan besar . Dimas pun langsung
bergegas berlari menuju makam tersebut dan yang tak lain ialah makam alm.Bayu,
Dimas pun langsung duduk termenung dan tak bisa menahan air matanya yg terlihat
mulai keluar bercucuran.Waktu pun sudah menjelang senja dan lokasi makam pun
sudah mulai sepi dan terdengar suara petir yg sudah menggelegar di atas kepala
Dimas.
Terlihat dari kejauhan Eky dan Ujang
menghampiri Dimas yang masih tertunduk lesu meratapi kepergian sahabatnya yang
begitu cepat . Yang tak lain kedatangan Eky dan Ujang adalah mengajak Dimas
untuk pergi dari makam alm.Bayu karena langit yg sudah mulai gelap.Guyuran
hujan pun sudah mulai turun . akhirnya ketiga remaja tersebut memutuskan untuk
pergi dari makam itu . Dengan rasa ikhlas Dimas pun akhirnya merelakan
kepergian sahabatnya…………….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar