Cinta Tak Tersampaikan
Di pagi yang cerah, ada seorang remaja
yang bernama Lita. Ia duduk di bangku SMP Pasundaan Tangerang, dan masih kelas
8. Di kamar Lita penuh dengan buku.
Suatu hari Lita
pun masih tertidur puas walaupun matahari sudah menyinari kamar Lita. Tiba-tiba
Ibu Lita menuju ke kamar untuk membangunkan Lita untuk berangkat sekolah. “Lita
ayo bangun kan kamu mau sekolah?” Ibu Lita punsambil menarik tangan Lita untuk
bangun. “Ibu, sebentar lagi!” jawab Lita dengan wajah sangat ngantuk.
“Aduh nih anak susah banget dibangunin!
Makanya jangan tidur malam-malam. Lihat nih udah jam 06.00” kata Ibu Lita yang
jengkel. “Apa?? Otidaaaaakk!” kata Lita kaget sambil menuju kamar mandi.
Sedangkan
Lita mandi, Ibunya langsung turun untuk menyiapkan sarapan. Lita keluar kamar
mandi dan cepat-cepat untuk memekai baju, 5 menit kemudian Lita pun langsung
mengambil sebuah sandwich yang telah dibuatkan oleh Ibunya. “Astagfirullah Lita
kamu makan berdiri?” Tanya Ibu yang sedang duduk sambil mengambil makanan yang
telah dibuatnya. “Aduh Ibu aku buru-buru, udah telat nih, jadi aku pergi dulu
yah Ibu! Assalamualaikum” kata Lita. “Waalaikumsalam. Lita. Lita sikapmu!” kata
Ibu sambil menggelengkan kepala.
Setibanya disekolah Lita pun duduk dikelas 8F dengan
dada yang sesak. “Lita! Kenapa? Kok kaya nyesek banget dada lo?” Tanya Suci
temannya Lita. “Yammpun tadi gue bangunnya kesiangan, jadi gue nyesek banget
nih! Kok panas ya?” Tanya Lita sambil mengipas-ngipas badannya. “Oya...lo udah
ngerjain tugas belum?” Tanya Suci. ”What? Yang mana?” Tanya Lita heran. “Itu
lhoo Matematika.” Jelas Suci. “Ohh udah kok. Ohiya kita keluar yuk, kan belum
bel soalnya gue laper nih.” Ajak Lita. “ Yaudah ayo” Kata Suci.
Akhirnya
Suci dan Lita menuju ke kantin. “Eh nanti pulang sekolah paskibra loh!” Kata
Suci. “Ya nanti gue dateng kok.” Jawab Lita
Jam
07.00 bel masuk sekolah pun berbunyi. Seluruh siswa-siswi SMP Pasundaan
Tarogong pun masuk ke kelas masing-masing. Lita dan Suci pun masuk ke kelas 8F
dengan wajah yang sedikit marah. “Ah kenapa harus masuk sih makanan tadi kan
belum habis!” Gerutu Suci. “Yah sabar aja kali.” Kata lita sambil menepuk bahu
Suci.
Pelajaran
dimulai siswa-siswi pun belajar dengan tertib. “Sumpah guru bahasa Indonesia
yang ini bikin gue ngantuk.” Gerutu Suci. “Iya tapi kita harus menghargai kali
walaupun sedikit ngantuk hehe.” Kata Lita. “Aduh.....mudah-mudahan guru mtk gak
masuk ya.” Kata Suci. “Loh kenapa? Bukannya lu suka sama mtk?” Tanya Lita. “
Iya gue tau tapi ini guru galak banget sampai-sampai gue keluar keringet.” Kata
Suci yang terus ngoceh. “Yaya....up to you lah! “ Kata Lita sambil menutup
kuping.
Beberapa menit
kemudian seorang guru piket datang. “ Eh ada guru!” Kata seorang murid yang
langsung duduk. ”Assalamualaikum.” Sapa guru piket. “Waalaikumsalam” Jawab
murid-murid. “Baiklah guru mtk kalian tidak masuk hari ini, jadi ada tugas dari
guru kalian halaman 19, tulis dan jawab semuanya.” Jelas guru piket
Bel pulang pun berbunyi, siswa-siswi
SMP Pasundaan Tarogong keluar dari kelas. Suci dan Lita pun langsung latihan
paskibra. “Eh senior kelas 8 maju kedepan, soalnya kelas 7 yang gak muat?” Kata
pelatih. “Ikh parah nih pelatih, masa kita disuruh duduk didepan sih, kan gue
malu diliatin junior hah.” Kata Suci. “Hahahaha so iye lo!“ Jawab Lita. “Eh
suci lo kenal gak sama itu anak yang lagi senyum? Tanya Lita. “Yang mana? Tanya
Suci. “Itu loh masa lu gatauyang paling depan sebelah kanan.” Kata lita. “Oh
itu sih Dwiki Syahputra.” Kata Suci. “Kok kenal sih?” Tanya Lita. “Yaiyalah
orang gue kemarin latihan! Kenapa emang? Lo suka?” Ejek Suci. “Apaansih masa
iya suka sama adik kelas.” Kata Lita malu.
Keesokan harinya
yaitu hari Senin Lita pun harus pergi kesekolah. “ Aduh jam ini berisik banget
sih?” Gerutu Lita. “Apa?? Jam 6? gue harus cepet mandi nih!” Kata Lita sambil
mengambil handuk.
Selesai mandi
Lita pun cepat-cepat menuju ke sekolah dan dia lupa salam kepada orang tua.
Setiba di sekolah pun Lita langsung bergegas ke kelas. “Lit, lo terlambat ga?”
Tanya Suci. “Iyanih... eh gue boleh cerita ga?” Tanya Lita sambil mengambil
nafas panjang. “Kayanya gue jatuh cinta deh sama anak paskibra.” Kata Lita
dengan muka memerah. “What? Siapa namanya??” Tanya Suci kaget. “Ituloh...
Dwiki.” Kata Lita sambil menutup mata. “Hahahaha gasalah suka sama “adik
kelas”?” Ejek Suci. “Hehehehehe.” Lita hanya bisa tersenyum.
Akhirnya
tersebarlah Lita menyukai Dwiki dan gosip tersebut sudah terdengar sampai
kuping Dwiki. Namun dia hanya diam dan tidak mau tau akan hal itu. Tak lama
Lita menyatakan perasaannya namun ternyata dia ditolak secara halus, Lita pun
sedih memikirkannya, apa yang diharapkannya tidak menjadi nyata, cintanya pada
Dwiki cinta tak tersampaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar