calendar


Sabtu, 14 April 2012

DWITIA RACHMITA


Cinta Segitiga



Air mata tiara menetes begitu saja saat mengetahui Fakih, laki-laki yang dikenalnya beberapa bulan lalu, kini berpacaran dengan Chika. Yang ada difikirannya saat itu adalah semua kenangan indah yang dilaluinya berdua. “kenapa Chika? Kenapa bukan aku? Selama ini aku dianggap apa? Maksud sikap manisnya ke aku itu apa? Baru kemarin dia bilang sayang ke aku, tapi kenapa sekarang malah jadian sama cewek lain?” pertanyaan itu muncul difikiran Tiara. Tiara dan Fakih memang bukanlah sepasang kekasih, tetapi Fakih sudah mendekati Tiara sejak pertama mereka bertemu.
“maafin aku Tiara, maaf aku udah ngambil Fakih dari kamu” Chika yang mengetahui Tiara sudah menyukai Fakih sejak lama meminta maaf kepadanya. “kenapa kamu minta maaf sama aku? Aku bukan siapa-siapanya Fakih kok. Aku seneng kalian bias jadian” jawab tiara sambil menahan tangis dimatanya. “kamu tau aku suka sama Fakih tapi kenapa kalian tetap jadian?” Tanya tiara dalam hati.
Marah, sedih, kecewa, semua menjadi satu. “kenapa kamu deketin aku, terus kamu jadian sama cewek lain? Kenapa kamu kasih aku harapan, terus kamu buang jauh-jauh harapan itu? Kenapa kamu selalu bikin aku terbang keawan, lalu sekarang kamu buang aku gitu aja?” teriaknya didalam hati. “mungkin akunya yang terlalu berharap sama Fakih. Mungkin akunya yang salah nilai sikap manisnya Fakih selama ini” tiara mencoba menghibur dirinya sendiri.
Setelah kejadian itu, Tiara mencoba berhenti mnghubungi Fakih. Beberapa hari kemudian, Tiara mendapatkan sms dari Fakih. “Tiara, maafin aku” hanya satu kalimat itu yang dikirim Fakih. “buat apa?” Tiara yang masih sakit hati tidak ingin membalas panjang lebar. “maaf soalnya aku jadian sama Chika. Aku tau kamu suka sama aku. Aku tau aku udah nyakitin hati kamu. Kamu boleh kok marah sama aku, karena ya emang ini salah aku udah bikin hati kamu sakit” jelasnya. Saat itu air mata Tiara benar-benar tidak bisa dibendung lagi. “aku gak suka sama aku kih! Aku ga marah sama kamu! Dan jangan minta maaf sama aku lagi!” lagi-lagi Tiara membohongin dirinya sendiri. “kamu bohong kan? Kamu marah kan sama aku? Kamu suka kan sama aku?” Tanya Fakih. Tiara tidak membalas pesan terakhir Fakih. “aku harus bales apa? Aku ga mungkin jujur kalo aku suka sama Fakih. Aku gabisa bohong terus kaya gini, tapi aku juga gamungkin jujur” kegalauan hati Tiara benar-benar memuncak.
Hari demi hari pun berlalu, Tiara menyerah untuk tidak menghubungi Fakih. Walaupun memang tidak sesering dulu, Tiara tetap menghubungi Fakih untuk mengetahui kabarnya. “aku kangen Fakih. Aku kangen caranya menghibur aku. Aku kangen saat dia hapus air mata aku. Aku kangen caranya bikin aku tenang saat aku takut. Aku kangen caranya ngejaga aku.” tangis Tiara mengingat masa lalunya bersama Fakih.
Bulan pun berlalu, Tiara tetap menjaga komunikasinya dengan Fakih dan Chika. Suatu hari Tiara dihubungi oleh Chika. Hari itu Tiara sedang berkumpul dengan teman-temannya. “halo Tiara, lagi sibuk ga?” sapa Chika. “engga ko, kenapa Chik? Tumben sms” jawab Tiara. “gapapa ko hehe. Boleh nanya sesuatu ga?” jawab Chika. “mau nanya apa?” Tiara penasaran dengan maksud Chika yang tiba-tiba menghubunginya. “emangnya aku mirip sama mantannya Fakih? Fakih pernah cerita ke kamu ga soal mantannya dia?” akhirnya Chika menjelaskan maksudnya. Tiara pun memberitau Chika semua hal tentang Fakih yang dia ketahui.
Tiara menanyakan Chika tentang bagaimana caranya sampai Chika dan Fakih bisa berpacaran. “awalnya sih kita Cuma bercada aja, eh malah keterusan, hehe.” Jawab Chika. Tiara benar-benar terkejut dengan jawaban Chika. “hah cuma bercanda? Jadi sebetulnya Fakih ga bener-bener suka sama Chika dong. Jadi Fakih ngelakuin itu cuma untuk ngebuat aku cemburu? Wow! Ga nyangka banget!” dulu Fakih memang beberapa kali membohongi Tiara untuk membuatnya mengkhawatirkan Fakih, tetapi kali ini benar-benar membuat Tiara sakit hati dibuatnya.
Tahunpun berlalu, namun Tiara tetap tidak bisa berpindah hati dari Fakih. Beberapa laki-laki mencoba mendekati Tiara, namun ditolaknya mentah-mentah. “kenapa kamu gamau sama dia sih ra?” Tanya seorang teman Tiara. “gatau. Aku takut. Tiap ada laki-laki yang ngedeketin aku, rasanya didepan aku ada cermin yang nunjukin masa lalu aku sama Fakih” jawab Tiara. “kamu belum bisa move-on dari fakih sampe sekarang?” Tanya temannya. “aku gabisa move on dari Fakih. Terlalu banyak kenangan indah darinya. Dia emang udah ngekhianatin aku, tapi aku gabisa benci dia. Aku udah nyoba buat ngelupain dia, tapi semakin aku mencoba semakin aku inget sama dia.” Tangis Tiara menyesalinya.
Setelah satu setengah tahun berlalu, akhirnya Tiara bisa mulai melupakan Fakih. Saat itu ada seorang laki-laki yang mendekatinya, namun Tiara menolaknya karena Tiara masih menginginkan Fakih. Namun setelah laki-laki itu pergi, Tiara menyadari bahwa ia mulai menyukainya. “rasanya aku kaya jalan mundur, gaberani liat kedepan jadi gatau ada apa didepan. Aku baru bisa ngeliat sesuatu itu seletah aku ngelewatinnya” kata Tiara menyesali.
Kini Tiara melewati hari-harinya dengan riang bersama keluarga dan sahabat yang dicintainya. Tiara memang tidak mau melupakan masa lalunya bersama Fakih, tetapi baginya hal itu yang membuatnya kuat sampai sekarang. Kini ia tau bagaimana rasanya dikhianati orang yang sangat disayangnya. Namun sampai sekarang ia masih takut masa lalunya akan kembali mendatanginya lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar