calendar


Sabtu, 14 April 2012

DIANTY EKA SARI


P
“ Eri dan Kak Acil
 
ada suatu hari, entah itu kapan terdapat sebuah cerita tentang kisah 2 orang anak remaja. Mereka bernama Eri dan Acil, lalu mereka sekolah di sekolah yang sama. Eri dan Acil beda 1 tahun, Acil yang kelas 2 SMA dan Eri yang masih duduk di kelas 1 SMA. Sehingga Eri memanggil Acil, Kak Acil. Awalnya mereka tidak saling mengenal,tetapi karena suatu hal,mereka bisa kenal dan dekat. Entah hal apa yang telah membuat mereka bisa dekat, tapi kedekatan mereka adalah memang takdir mereka.
Oiya, padahal sebelumnya Kak Acil itu tidak ingin datang ke perlombaan paskibra itu. Tapi, tanpa diketahui alasannya. Akhirnya Kak Acil pergi untuk melihat perlombaan tim Paskibra Eri. Namun, karena sifat Kak Acil yang ‘sok tau dan tidak ingin bertanya’, dia pun nyasar.( Hehe.. kasian ya)
Setelah tim Paskibra Eri tampil, Kak Acil mendatangi Eri. Kak Acil bertemu dengan teman-teman Eri yang lain, yang juga teman Kak Acil. Mereka tau, kalau Kak Acil ke sini untuk bertemu dengan Eri. Mereka tersenyum pada Kak Acil. Pengumuman pun tiba. Namun, sayangnya pasukan paskibra tim Eri tidak mendapatkan kemenangan. Tetapi,tak mengapa itu adalah usaha yang terbaik dari pasukan Eri dan mungkin ini adalah kemenangan yang tertunda.
Setelah perlombaan selesai Eri dan Kak Acil pulang bersama. Itu pertama kalinya, Kak Acil nyasar dan Kak Acil mengantar pulang Eri. Lalu setelah kejadian itu, mulai dari situ Kak Acil dan Eri pun, jadi sering smsan dan jadi dekat. Tetapi, tanpa sepengetahuan Kak Acil, Eri menjauhi Kak Acil untuk menghindari suatu hal.
 
Suatu ketika Eri mengikuti lomba Paskibra bersama teman-teman satu ekskul Eri. Saat inilah pertama kalinya Kak Acil melihat Eri mengikuti lomba. Awalnya Kak Acil nyasar ,karena Kak Acil tidak tau jalan ke tempat perlombaan itu. Tapi, akhirnya karena felling dia, Kak Acil sampai juga di tempat itu dan tepat waktu. Kak Acil menyaksikan perlombaan paskibra yang di ikuti banyak peserta pasukan paskibra lainnya





































 








Text Box: “Apakah anda sekalian tau? Ternyata Eri kalau di ajak ngomong, matanya ngeliat kemana-mana loooh.... hihi :P “ (itu adalah kebiasaan Eri yang selalu di ingat Kak Acil)
Suatu hari Kak Acil bertanya kepada Eri. “ Hal apakah yang membuat Eri menghindar dari aku? “. “ Hal apa aja boleh, hehehe” canda Eri. “ ga boleh, harus signifikan dan jelas !” kata Kak Acil. Eri bertanya “apa itu signifikan?”. “signifikan itu fokus terhadap hal yang dibicarakan” jelas Kak Acil.
Lalu Eri pun menjelaskan dan menjawab tentang hal tersebut. Hal yang membuat Eri menjauh dari Kak Acil adalah karena perbedaan status. Eri dan Kak Acil beda status, Eri yang hanya anak dari kalangan sederhana dan Kak Acil anak dari kalangan orang kaya. Eri merasa minder karena perbedaan status itu. Eri tidak ingin Kak Acil merasa menyesal telah memilih dirinya untuk menjadi temannya, Eri tidak ingin melihat Kak Acil sedih. Di lain pihak, ada hal lain yang Eri takuti, yaitu Eri tidak ingin merasakan yang namanya sakit hati bila dekat dengan seorang cowo.
Setelah Eri menjelaskan itu semua, ternyata Kak Acil tak peduli dengan hal itu,tentang beda status. Kak Acil pun berusaha untuk membuat Eri yakin terhadapnya. Bahwa Kak Acil tidak memandang status, melainkan baginya adalah teman yang bisa menemaninya  itu hal terpenting. Eri pun berubah pikiran, ia berfikir “ benar juga ya, dalam pertemanan itu tidak memandang status kaya atau msikin”. Akhirnya Kak Acil dan Eri berteman, Kak Acil menunggu dan berharap agar ia bisa masuk kedalam kehidupan Eri. Sekarang Eri dan Kak Acil menjadi sangat dekat, bila terjadi apa-apa Eri dan Kak Acil saling bercerita.




















Kemudian suatu ketika, tiba-tiba Kak Acil meminta Eri untuk tidak menceritakan tentang masa lalu, tanpa sebab yang jelas Kak Acil tidak ingin mendengar masa lalu Eri yang dahulu pernah suka dengan seseorang. Kak Acil yang selalu cemburu bila mendengar nama orang yang di sukai Eri, dan Eri yang selalu sedih bila menceritakan masa lalu. Kak Acil tidak ingin melihat Eri bersedih terus-menerus. Lalu Kak Acil berkata “ Kakak ga ingin Eri terus membahas kisah lalu, karena bila Eri terus membahas itu, Eri akan terbelenggu dalam masa lalu, terbelenggu dalam kesedihan. Jadikanlah masa lalu menjadi pijakan untuk menuju masa depan yang lebih baik... okey? “ (Kak Acil tersenyum). Eri membalas senyum Kak Acil dan berkata “ okey !” (Eri pun mengikuti kata-kata Kak Acil).
Kini mereka pun lumayan saling kenal, Eri yang mulai mengetahui sifat-sifat Kak Acil dan Kak Acil yang mengetahui sifat Eri. Mereka menjadi lebih dekat dan saling melengkapi satu sama lain. Mereka jadi sering bertemu dan saling bercerita. Pertemanan mereka kini begitu indah. Kak Acil yang merasa semakin dekat dan cocok dengan Eri. Begitu juga Eri, merasakan hal yang sama yang di rasakan Kak Acil. Mereka tak tau sampai kapan menjalani hari-hari yang indah seperti ini. Mereka hanya bisa berharap, bahwa hari-hari seperti ini selalu ada dalam kehidupan mereka.


Suatu hari,Eri dan Kak Acil memperdebatkan  tentang ‘bagaimana menjaga suatu hubungan agar berjalan dengan baik’ . “ yang penting kuncinya adalah ‘saling menjaga perasaan’” kata Eri. “itu bukan kunci tau,kalau cuma di jaga tapi ga di pelihara percuma”( Kak Acil menyangkal). “Lalu cara menjaga dan meliharanya gimana?“ tanya Eri. Kak Acil menjelaskan “Caranya cuma 1, yaitu yakin sama perasaan Eri dan dengan sendirinya perasaan itu akan punya kekuatan buat pertahanin semuanya”. Eri bertanya “kalau ga bisa pertahanin gimana”. “Karena Eri belum yakin dan udah ngomong ga bisa duluan,gimana mau bisa?gimana mau buktiin hal itu? Coba sekarang Eri,percaya sama perasaan Eri sendiri” jelas Kak Acil. Lalu Eri mencoba menuruti kata-kata  Kak Acil untuk percaya akan perasaan diri sendiri.
Kini Eri pun percaya akan hal itu. Bahwa jika kita saling percaya dan yakin, maka semuanya akan bertahan  dan keajaiban akan datang dengan sendirinya.
Hubungan Kak Acil dan Eri berjalan sesuai dengan harapan mereka. Mereka menjalani kehidupan ini dengan bahagia,hubungan pertemanan,persahabatan dan percintaan mereka berjalan sesuai dengan keinginan mereka. Karena mereka yakin dan percaya satu sama lain, sehingga hubungan mereka tetap bertahan dan baik-baik saja.
Jadi,untuk kalian semua yang sedang menjalin hubungan. Cobalah untuk percaya dengan pasangan anda sendiri dan keajaiban pun pasti akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar