PERSAHABATAN
Pada suatu sekolah dasar terdapat 4 anak yang selalu bermain, belajar, dan berkumpul bersama. Mereka bernama Meli, Audi, Aulia, dan Mita. Mereka semua sekarang menduduki kelas 4 SD. Setiap ada kegiatan, atau tugas dari sekolah mereka selalu mengerjakannya dengan cara bersama-sama. Apabila ada salah satu dari mereka ada yang mempunyai masalah, treman yang lainnya ikut membantu menenangkan dan mencari solusi. Mereka berempat sudah benar-benar dekat, mereka tidak akan menyakiti satu sama lain. Pada saat pembagian raport mereka berempat mendapat peringkat lima besar. Keesokan harinya mereka berempat berniat untuk pergi tetapi Aulia tidak bisa ikut. Meli, Audi, dan Mita pun menelfon Audi.
“ Kita jadi pergi kan hari ini? Ujar Meli”.
“ Jadi kok Mel, tapi Audi ga bisa ikut.” Ujar Aulia
“ Loh kenapa dia ga ikut?” Ujar Mita
“ Ga tau, dia ga ngasih kabar sama sekali ke kita. Apa dia ngasih kabar ke kamu ul?” Tanya Meli.
“ Dia ga ngasih kabar sama sekali ke aku mel”. Jawab Aulia
“ Kenapa ga kita telfon saja si Audi, siapa tau tadi dia sedang sibuk makanya ga ngasih kabar ke kita”. Sambung Mita
“ Benar kamu mit, yaudah sekarang kita telfon saja dia”. Kata Aulia dan Meli secara bersamaan
“ Oke, aku telfon dia dulu yaaa” Mita meminta izin kepada Aulia dan Meli untuk menelfon Audi
Setelah beberapa menit dan beberapa kali Mita mencoba menelfon Audi, tetapi tidak ada jawaban dari Audi. Akhirnya Mita kembali berbicara kepada Aulia dan Meli kalau Audi tidak bisa dihubungi.
“Mel, Ul. Sudah beberapa kali aku mencoba menelfon Audi tetapi tidak ada jawaban dari dia” Ujar Mita.
“ Kenapa dia seperti itu ya? Sepertinya ada yang aneh dari dia” Aulia menyambung pembicaraan
“ Iya kenapa dia agak aneh ya, kayaknya kemaren ga kaya gini”. Meli melanjutkan pembicaraan
“ Kenapa ga kita samperin ke rumahnya? Tanya Mita”
“ Wah ide bagus tuh mit.” Ujar Aulia
“ Iyaa bagus tuh, tapi takutnya nanti pas kita kerumahnya dia lagi ga ada dirumah. Gimana dong? Sambung Meli”
“ Ya kita coba aja dulu Mel, ga ada salahnya kan kalau kita coba? Tanya Aulia”
“ Iya sih, okeelah ayoo kita kerumah Audi” Jawab Meli
Meli, Aulia, dan Mita langsung menuju ke rumah Audi. Setelah sekitar 30 menit, akhirnya mereka bertiga sampai dirumah Audi, tapi rumah Audi terlihat kosong dan pintu pagarnya pun digembok. Mereka bertiga sempat bingung dengan sikap Audi pada saat itu. Akhirnya merea memutuskan untuk pergi tanpa Audi.
Dua hari kemudian, mereka berkumpul bersama lagi. Dan pada saat itu Audi datang. Meli, Aulia, dan Mita pun menanyakan kepada Audi kenapa pada waktu itu dia tidak ikut pergi. Tadinya Audi tidak mau menceritakan hal itu kepada ketiga sahabatnya tetapi akhirnya ia menceritakan hal itu kepada ketiga sahabatnya. Dan ternyata pada waktu itu Audi ikut ke acara persidangan perceraian kedua orang tuanya. Audi menceritakan itu sambil nangis. Ketiga sahabatnya pun tidak tega melihat sahabatnya menangis seperti itu, ketiga sahabatnya pun menenangkan Audi. Mereka tau kalau hal itu tidak mudah untuk dilewati, tetapi kita tidak boleh terpuruk terlalu lama dalam kesediha. Kita harus tetap semangat meskipun itu sangat menyedihkan. Audi bersyukur memiliki sahabat seperti mereka bertiga.
Dua tahun kemudian, mereka memasuki masa-masa ujian dan akan lulus-lulusan. Meli, Aulia, Audi, dan Mita sangat sedih akan berpisah. Tapi mereka sadar kalau semua itu akan indah pada waktunya, dan pasti mereka akan bertemu lagi walaupun sekarang akan berpisah. Setelah semua ujian terlewati, saatnya pengumuman kelulusan. Meli, Aulia, Audi, dan Mita saling berpegangan tangan, mereka menahan rasa sedih karena akan berpisah satu sama lain. Dan setelah pengumuman itu diumumkan, ternyata mereka berempat termasuk dalam murid teladan dan murid yang meraih nilai paling tinggi diantara murid-murid yang lain. Meli, Aulia, Audi, dan Mita saling berpelukan, mereka nangis karena terharu dan karena ingin berpisah. Mereka membicarakan rencana untuk masuk ke SMP. Mereka berempat memiliki tujuan sekolah yg berbeda-beda. Selama liburan mereka selalu bermain bersama dan mencari-cari sekolah bersama.
Ketika waktu liburan sudah akan selesai dan akan memasuki SMP, mereka berempat sudah mendapatkan sekolah idamannya masing-masing. Meskipun mereka tidak satu sekolah lagi, tetapi mereka selalu berkomunikasi agar tidak losscontact. Ketika liburan tiba mereka selalu berkumpul bersama untuk mengobrol dan menceritakan gimana kegiatan di masing-masing sekolah. Ketika beberapa tahun berlalu, mereka akan lulus-lulusan kembali. Dan ternyata mereka berempat memiliki pilihan SMA yang sama. Dan setelah pengumuman itu diumumkan, tetap sama seperti diSD, mereka selalu mendapatkan nilai paling tinggi dibandingkan dengan teman yang lainnya. Dan mereka berempat kembali ngumpul untuk membicarakan bagaimana nanti diSMA. Mereka mencari-cari dan mendaftar sekolah bersama-sama. Dan akhirnya mereak berempat kembali satu sekolah. Mereka selalu bersama. Sudah beberapa tahun mereka sahabatan. Mereka pun sudah mengenal sifat satu sama lain. Ketika hampir ingin wisuda diSMA, mereka menyadari bahwa perashabatan itu sangat penting. Karena sahabat bisa mengerti sifat kita, dan dapat mencegah apabila ada sesuatu yg menjerumuskan ke hal yang negatif.Mereka selalu membina komunikasi. Mereka pun selalu mengingat masa-masa dimana mereka selalu bersama dalam suka dan duka :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar