calendar


Sabtu, 14 April 2012

ENRICO FAUZAN WIBISONO


Be Yourself
         Di sebuah kamar yang penuh dengan majalah-majalah dan komik-komik itu seorang anak sedang menggambar di atas ranjangnya dan tiba-tiba, “taka, paman dengar kamu menang lomba menggambar lagi ?” kata paman taka (yashiro aji) berdiri di pintu.”ohh... aku tidak tahu kalau paman datang” jawab taka tidak beranjak dari ranjangnya. “paman membawa tiket ke festival komik tahunan, kamu mau ikut datang ?” tanya paman taka menunjukan tiket itu dengan tersenyum, “whow aku mau datang paman”  jawab taka, menerima tiket yang diberikan pamannya.”kamu hebat taka, paman baru lihat sertifikat ini” kata paman, menunjuk sebuah serifikat ‘pemenang menggambar tingkat provinsi’ yang dibingkai rapih di kamar itu.

            sembilan tahun berlalu sejak saat itu, taka yang dulu duduk di taman kanak-kanak telah menjajaki masa-masa SMP, dia berjalan santai memasuki gerbang sekolah dengan headset yang menggantung di telinganya. “aku hanya seorang anak laki-laki biasa, yang ingin lulus dan bekerja sepeti banyak orang, aku ingin hidup sederhana seperti layaknya keluarga biasa, aku tidak mau membuat masalah, cukup dengan hidup biasa dan mengikuti aturan aku akan menjadi orang yang berhasil” itulah yang dia tanamkan dalam dirinya di pagi hari itu saat memasuki gerbang sekolah.
           
“yap kamu benar lagi takagi” kata sang guru kepada takagi  *murid nomor 1 di sekolah itu*,dan pada saat itu juga taka berkata di dalam hatinya “hidup ini terlalu membosankan”. “ini akan menjadi bahan untuk ulangan besok, pelajari baik-baik” kata pa guru menutup kegiatan belajar mengajar hari itu.

            keesokan harinya, saat jam pelajaran sedang berlangsung taka menggambar di buku catatannya sosok gadis cantik, yang duduk satu kelas dengannya, “dalam hidup ini cinta adalah kejadian yang mengagumkan, dan mungkin menjadi tujuan mengapa kita hidup” kat taka dalam hati sambil manggambar wajah Mihoo, tanpa terasa kelas hari itu pun berakhir. “tidak terasa ya, kita sudah kelas 9 SMP dan sebentar lagi akan lulus” kata seorang anak di samping taka.  “cinta yang tak terbalas ini masih terpendam sejak 3 tahun lalu, dan sekarang aku akan berpisah dengan mihoo” kata Taka dalam hati dengan wajah muram.
Taka pun pulang langsung pulang kerumahnya dan menghirraukan ajakan teman-temannya untuk bermain sebentar. “hei Taka kamu sudah pulang, apa kamu mau mie instan untuk makan siang” kata ibu Taka menawarkan makanan. “ya, tolong bawakan ke atas ya mah” jawab Taka. Taka pun langsung membaringkan badannya di ranjang kamarnya yang dianggap surga itu, tak lama ia pun ingin memulai belajar. “sial buku catatan matematika-ku tertinggal di sekolah” kata Taka kesal, dan langsung lari ke sekolah.
Setelah lari tergesah-gesah ia pun membka pintu kelas dan, “hey apa yang kau lakukan di sini ? bukankah jam pelajaran sekolah sudah berakhir” kata Taka kepada Takagi yang duduk di bangku paling belakang di kelas itu. “tidak aku hanya sedang melihat-lihat” jawab takagi memegang buku catatan Taka.dan seketika “hei !, itu buku catatanku !, untuk apa kau memegangnya ?” kata taka dengan nada kesal. “tenang aku tidak akan membuka kartu AS* mu” jawab Takagi dengan tenang. “tapi ada satu syarat” kata Takagi tiba-tiba menghalangi Taka mengambil buku catatannya. “aku ingin kau membuat manga denganku” kata Takagi dengan nada licik. “aku selalu ingin menjadi seorang mangaka, aku selalu berfikir untuk mewujudkannya, tapi aku butuh seseorang untuk menggambarnya. Dan kau lah orang itu !” kata Takagi memperjelas. “aku tidak mau” jawab Taka dengan tegas dan jelas. “kenapa ? kau bisa menjadi orang yang kaya dan terkenaldengan membuat manga” kata Takagi membujuk Taka. “kau tahu hanya 1% dari seluruh orang di dunia yang dapat menjadi mangaka yang sukses, seperti one piece dan naruto, kau pikir pelajar SMP seperti kita dapat melakukannya ?” tanya Taka dengan tegas pada Takagi. “aku tidak tahu detailnya tapi aku yakin, ceritaku dengan gambar darimu akan bisa membuat kita kaya”kata Takagi. “hmn.... baiklah aku akan memikirkannya” kata Taka agar dia bisa cepat-cepat kembali ke rumah dan belajar.
Keesokan harinya. “taka bangun ! apa yang kau lakukan sampai tertidur di kelas saat ujian” kat pak guru membangunkan Taka yang bingung memikirkan tujuan hidupnya. Jam istirahat pun tiba, “hei Taka aku tidak tahu bahwa pamanmu adalah seorang mangaka yang hebat ? aku sangat mengidolakannya Mashiro Aji” kata Takagi dengan muka berminar. Taka pun hanya berjalan menghiraukan kata-kata Takagi. “hey kenapa kau tidak mengatakannya bahwa pamanmu adalah seorang mangaka ?” tanya Takagi sambil menahan pundak Taka. “pamanku meninggal akibat terlalu banyak bekerja menjadi seorang mangaka, seluruh keluargaku berduka dan merasa kehilangan pamanku di usianya yang masih muda, apa kau pikir aku akan diizinkan untuk menjadi mangaka?” tanya Taka kesal. Hari itu pun berlalu dengan cepat dan pada saal makan malam “ayah, apa aku boleh menjadi mangaka ?” tanya Taka .  “ apa ? kamu sudah kelas 9, dan akan menga\hadapi ujian kenapa kamu bisa berfikir seperti itu ?” kata ibu Taka memotong pembincaraan, membuat suasana sedikit memanas. “Taka, temui ayah di belakang setelah selesai” kata ayah.  Setelah itu pun taka menemui ayahnya dan sang ayah langsung berkata “Taka, kamu tahu mengapa ibu kesal dengan pertanyaanmu tadi kan. Aji adalah adik yang baik, dan ia meninggal di usia mudanya. Tapi ayah tidak akan menghalangimu apapun jalan yang kamu akan pilih”kata ayah kepada Taka dan tiba-tiba. “taka ikut kakek sebentar”sang kakek memanggil Taka. “ini kunci dari apartemen tempat Aji bekerja dulu, datanglah kesana, ini dapat membantumu” kata kakek memberikan kunci apartemen kepada Taka.
Pada malam itu pun Taka menelepon Takagi dan berkata “Takagi, aku mendapat izin dari orang tua ku, aku akan menggambar untukmu !”. “bagus, tapi aku punya sesuatu yang ingin kutunjukan padamu” kata Takagi di telepon. Setelah beberapa lama mereka berdua bertemu di depan sebuah rumah yang megah. “untuk apa kau mengajakku kesini ?” tanya Taka. “sudah tenanglah  ada kejutan untukmu” kata Takagi. Takagi pun menekan bell depan rumah dan berkata “hallo mihoo, ini Takagi, aku dengar kau ingin menjadi seorang dubber profesional?” Taka terkejut mengetahui bahwa itu adalah rumah mihoo “aku akan membuat manga dengan Taka” kata takagi. Mihoo pun terkejut dan tak bisa berkata-kata. “hei Taka ini giliranmu untuk bicara” kata Takagi kepada Taka. “hai mihoo. Aku akan membuat manga dengan Takagi”,”yeah aku tahu kamu mempunyai bakat untuk itu” jawab mihoo. “mihoo”, “ya ?” . dan tiba-tiba Taka kehilangan kendali dan berkata “mihoo, apakah kau mau menikah denganku saat aku menjadi seorang mangaka yang sukses ?” Takagi pun kaget mendengar kata-kata Taka, begitupun dengan Mihoo dan Taka yang sedang berbicara. Suasana di telepon itu hening, Takagi dan Taka berdebat mengapa Taka berkata seperti itu secara tiba-tiba. Dan tiba-tiba Mihoo berkata “baik, aku mau... dengan syarat saat manga yang kau buat dibuat menjadi anime dan aku akan menjadi pengisi suaranya, saat itulah kita bisa menikah. Untuk itu aku akan selalu mendukungmu dari sini” kata Mihoo, membuat Taka kaget dan lepas kendali berkata “baik aku akan berusaha keras dan aku akan selalu mendukungmu juga, sampai saat itu datang aku mohon tetap pegang teguh janji ini” kata Taka. Dan dijawab dengan manis oleh Mihoo dengan kata “yaa...”.
Sejak saat itu, Taka dan Takagi bekerja keras untuk meraih mimpi mereka. Takagi dan Taka melanjutkan sekolah di SMA yang tidak terlalu bagus, tetapi saat mereka duduk di kelas 2 SMA mereka telah memiliki penghasilan sendiri dari perusahaan komik. 6 Tahun pun berlalu, Taka dan Takagi menjadi mangaka yang sukses dengan mendapatkan “best comic” dan “best seller manga”.
Dan Taka pun menikahi Mihoo... menyusul Takagi yang telah menikah lebih dulu ^^
Amazing Wallpapers Collection (79).jpg
Created by : enrico fauzan w
Awal cerita : menggambarkan hidup Taka
Konflik : konflik mental taka yang bingung memilih jalan hidupnya
Penyelesaian : dia mengikuti bakatnya dan menjadi sukses
Pesan : jangan memaksakan kehendak anda pada anak anda... tapi bimbinglah dia sesuai sesuai dengan bakat yang dimilikinya, karaena bakat / kelebihan, adalah jalan spesial untuk setiap orang agar mendapatkan sukses nantinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar