Sekolah terfavorite SMAN 1 Bandung memang menjadi kumpulan anak anak yang berada di kelas papan atas termasuk salah seorang murid yang bernama Anjani yang menjadi bunga sekolah dan seorang anak laki laki bernama Yuan salah satu murid yang paling populer di sekolah nya.
Anjani Dwi Pratiwi, dengar-dengar Ia salah satu anak dari guru yang mengajar di sekolah tersebut. Ia tak ingin jika banyak yang mengetahui tentang hal itu justru malah membuat orang lain bersikap segan kepada nya
Yuanda Gusti Respati, cowok tampan dan populer. Hampir seisi sekolah itu mengetahui nya. Ia memang cukup terkenal dengan kepintaran dan jago dalam main basket membuat banyak cewek cewek yang naksir sama dia.
Yuan dan Anjani sama sama satu angkatan mereka duduk di kelas 11 namun keduanya belum mengetahui satu sama lain bahkan tidak saling mengenal. Yuan berada di kelas 11.1 sedangkan anjani berada di kelas 11.9 cukup jauh jarak mereka untuk saling bertemu atau bahkan saling mengenal.
Di suatu ketika kelas 11.1 sedang pelajaran Ibu Ronita guru Sejarah dan dimana pelajaran Sejarah adalah pelajaran yang sangat tidak di sukai oleh Yuan. Dan di saat itu Yuan di suruh oleh Ibu Ronita untuk menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Bu Ronita namun apa daya Yuan sangat tidak suka dengan pelajaran tersebut jangankan untuk menjawab membuka buku Sejarah pun tidak pernah.
Karena Bu Ronita kesal dengan ulah yang di buat oleh Yuan tanpa sengaja Bu Ronita melontarkan kata kata yang tidak seharus nya keluar dari mulut seorang guru kepada murid nya. “kamu ini terlalu bodoh atau goblok sih sampai-sampai pertanyaan yang semudah ini tidak bisa kamu jawab! Sudah keluar kelas saja kamu sana!” ucap Bu Ronita. Karena kesal dan malu dengan teman teman nya dengan menahan rasa marah Yuan menjawab “memang saya tidak suka pelajaran Ibu tapi tidak sepantas nya Ibu berkata seperti itu kepada saya di depan teman-teman” ucap nya sambil berdiri dan berjalan keluar kelas.
Akhir nya Aldo menemui Yuan yang sedang duduk di salah satu bangku taman dan Aldo pun menghampirinya. Aldo mencoba menenangkan dan menasehati Yuan. “Coba kamu bisa jaga emosi mu pasti kamu tidak akan di usir keluar kelas dan kamu masih bisa mengikuti pelajaran Bu Ronita.” Yuan menjawab “gue udah terlanjur ga suka dengan pelajaran nya apalagi di tambah kejadian yang sangat memalukan di kelas tadi! Sungguh tidak etis seorang guru berkata seperti itu kepada murid nya didepan teman temannya pula!” Aldo pun menjawab “ ya gue emang ngerti gimana perasaan lo pas tadi Bu Ronita bilang kaya gitu gue pun juga kaget ngedengernya tapi lo harus bisa ngehargain dia, tadi dia titip pesan ke lo kalau lo ga suka sama pelajaran nya dia lo ga usah masuk pas pelajaran nya dia di pertemuan-pertemuan berikutnya.” Yuan dengan semangat jawab “ya baguslah jadi gue ga perlu lagi cari alesan buat ga ikut pelajaran nya dia.” Aldo balik jawab “lo harus minta maaf sama Bu Ronita, udahlah gue mau balik lagi ke kelas! Pikirin baik baik An!” ucapan terakhir dari Aldo sebelum Ia pergi menjauh dari Yuan.
Yuan yang masih duduk di bangku taman masih memikirkan ucapan yang di kata-kata Aldo tadi benarkah sampai sebegitu nya Bu Ronita kecewa kepada nya. Namun apa daya Yuan sudah terlanjur sakit hati dengan sikap Bu Ronita apalagi ditambah dengan pesan nya yang Ia sampaikan kepada Aldo barusan.
Malam hari nya di kamar Yuan, Yuan mulai menyusun rencana untuk mendekati Anjani sang Putri yang sudah membuat hati Yuan terpana melihat nya. Rencana awal Yuan yakni menjatuhkan saputangan lucu berwarna merah jambu milik adik nya Ajeng. Ketika Anjani sedang berpapasan lewat dengan nya maka disaat itu dia menjatuhkan saputangan itu lalu berpura pura menanyakan kepemilikan saputangan itu kepada Anjani.
Keesokan harinya seperti biasa Yuan berangkat sekolah namun kali ini terlihat senyuman dari mulut nya. Ya senyuman itu karena Ia senang sudah bisa semakin dekat Anjani.
Jam pelajaran dimulai hari ini kelas 11.1 di mulai dengan pelajaran sejarah. Pelajaran yang paling tidak di sukai oleh Yuan namun pagi ini tidak seperti biasa nya yang seharusnya Yuan langsung keluar kelas namun Ia menjadi murid yang paling semangat mengikuti pelajaran Bu Ronita itu. Pasti nya karena kebahagiaan nya bisa dekat dengan Anjani. Semenjak hal itu Yuan tidak pernah lagi keluar kelas di pelajaran manapun dan hal itu mampu mebuat anak seisi kelas bahkan Bu Ronita pun heran dan kagum kepada Yuan.
Kedekatan Yuan dan Anjani semakin terlihat mulai dari Anjani mengiyakan untuk pergi keluar bareng pada malam minggu pertama bahkan sampai malam minggu ke empat.
Seperti biasa sama seperti malam minggu sebelum nya Yuan bersiap siap untuk berkencan dengan Anjani. Namun kali ini uan telah menyiapkan beberapa kata untuk “menembak” Anjani. Persiapan nya pun semakin matang maka langsunglah Yuan menuju rumah Anjani.
Namun betapa kaget nya ternyata cewek yang dia sayang selama ini anak dari Bu Ronita guru sejarah yang pelajaran nya paling di benci oleh nya. Dengan perasaan deg degan Yuan menyium tangan Bu Ronita dan menanyakan keberadaan Anjani.
Keesokan hari nya sepulang sekolah Yuan mengajak Anjani untuk pulang bareng namun Anjani menolak dengan alasan Ia di tunggu orang rumah untuk segera pulang. Dan akhirnya Yuan segera menembak Anjani di saat itu juga. Anjani hanya tersenyum simpul kecil dan senyum itulah yang membuat Yuan semakin suka apabila melihat Anjani. Anjani hanya menjawab “aku harus pulang!” segera Anjani meninggalkan Yuan yang masih duduk terdiam di lapangan basket. Yuan masih bingung kenapa jawaban dari Anjani hanya seperti itu. Apakah karena larangan dari Bu Ronita karena Bu Ronita tahu kalau Yuan yang selama ini dekat dengan Anjani secara Bu Ronita mengetahui bahwa Yuan merupakan murid satu satu nya yang tidak suka dengan pelajaran nya. Yuan semakin bingung dan sekarang ini Ia merasakan patah hati.
Keesokan hari nya sepulang sekolah Yuan tampak tidak bersemangat untuk latihan basket seperti biasa. Ia hanya duduk melamun memandangi kelas 11.9. Ia membayangkan seorang gadis cantik dedngan rambut terurai berdiri dan tersenyum kepadanya yang pasti itu adalah Anjani. Masih banyak pertanyaan pertanyaan yang Yuan sendiri pun tak tahu jawaban nya.
Aldo datang sambil berlari lari kecil menghampiri Yuan yang sedang duduk melamun dan menepuk bahu Yuan sehingga Yuan pun hilang dalam lamunan nya. “lo kenapa sih dari tadi ga semangat banget?” Tanya Aldo. Yuan menjawab dengan nada rendah “Anjani do kemaren gue nembak dia eh dia bukan nya ngasih jawaban malah berkata yang seharusnya bukan itu jawaban nya.”. Aldo menjawab dengan setengah tertawa “hahaha nih baca surat ini, ini titipan dari Anjani. Kemaren dia nitip surat itu ke gue” sambil menyodorkan surat dan berlari pergi menjauhi Yuan.
Yuan langsung menutup lipatan kertas itu dan “GUE AKAN NUNGGU LO JANI” segera Yuan berlari mengejar Aldo untuk latihan basket.
Sekarang Yuan tahu dan dapat memetik pelajaran bahwa cinta itu tidak selamanya manis dan semulus yang di harapkan. Perjalanan cinta Yuan memang habis bangkit jatuh lalu bangkit lagi J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar