calendar


Sabtu, 14 April 2012

ASSYAMMY NURAINI MASYTHOH

FIRST LOVE
Sekolah terfavorite SMAN 1 Bandung memang menjadi kumpulan anak anak yang berada di kelas papan atas termasuk salah seorang murid yang bernama Anjani yang menjadi bunga sekolah dan seorang anak laki laki bernama Yuan salah satu murid yang paling populer di sekolah nya.
Anjani Dwi Pratiwi, dengar-dengar Ia salah satu anak dari guru yang mengajar di sekolah tersebut. Ia tak ingin jika banyak yang mengetahui tentang hal itu justru malah membuat orang lain bersikap segan kepada nya
 Yuanda Gusti Respati, cowok tampan dan populer. Hampir seisi sekolah itu mengetahui nya. Ia memang cukup terkenal dengan kepintaran dan jago dalam main basket membuat banyak cewek cewek yang naksir sama dia.
Yuan dan Anjani sama sama satu angkatan mereka duduk di kelas 11 namun keduanya belum mengetahui satu sama lain bahkan tidak saling mengenal. Yuan berada di kelas 11.1 sedangkan anjani berada di kelas 11.9 cukup jauh jarak mereka untuk saling bertemu atau bahkan saling mengenal.
Di suatu ketika kelas 11.1 sedang pelajaran Ibu Ronita guru Sejarah dan dimana pelajaran Sejarah adalah pelajaran yang sangat tidak di sukai oleh Yuan. Dan di saat itu Yuan di suruh oleh Ibu Ronita untuk menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Bu Ronita namun apa daya Yuan sangat tidak suka dengan pelajaran tersebut jangankan untuk menjawab membuka buku Sejarah pun tidak pernah.
Karena Bu Ronita kesal dengan ulah yang di buat oleh Yuan tanpa sengaja Bu Ronita melontarkan kata kata yang  tidak seharus nya keluar dari mulut seorang guru kepada murid nya. “kamu ini terlalu bodoh atau goblok sih sampai-sampai pertanyaan yang semudah ini tidak bisa kamu jawab! Sudah keluar kelas saja kamu sana!” ucap Bu Ronita. Karena kesal dan malu dengan teman teman nya dengan menahan rasa marah Yuan menjawab “memang saya tidak suka pelajaran Ibu tapi tidak sepantas nya Ibu berkata seperti itu kepada saya di depan teman-teman” ucap nya sambil berdiri dan berjalan keluar kelas.
Aldo teman baik Yuan meminta izin kepada Ibu Ronita untuk menemui Yuan diluar sana. Dan Bu Ronita pun mengizinkan Aldo untuk menemui Yuan dan samil berpesan kepada Aldo untuk menyampaikan pesan nya kepada Yuan. Bu Ronita berkata “bilang ke teman mu untuk lebih sopan kepada orang yang lebih tua dan bila tidak suka dengan pelajaran saya sekalian saja tidak usah masuk kelas saya untuk pertemuan pertemuan selanjutnya.” Dan Aldo pun menjawab “baik Bu nanti saya akan sampaikan pesan ibu” dengan berjalan keluar dan mempercepat langkah nya.
Akhir nya Aldo menemui Yuan yang sedang duduk di salah satu bangku taman dan Aldo pun menghampirinya. Aldo mencoba menenangkan dan menasehati Yuan. “Coba kamu bisa jaga emosi mu pasti kamu tidak akan di usir keluar kelas dan kamu masih bisa mengikuti pelajaran Bu Ronita.” Yuan menjawab “gue udah terlanjur ga suka dengan pelajaran nya apalagi di tambah kejadian yang sangat memalukan di kelas tadi! Sungguh tidak etis seorang guru berkata seperti itu kepada murid nya didepan teman temannya pula!” Aldo pun menjawab “ ya gue emang ngerti gimana perasaan lo pas tadi Bu Ronita bilang kaya gitu gue pun juga kaget ngedengernya tapi lo harus bisa ngehargain dia, tadi dia titip pesan ke lo kalau lo ga suka sama pelajaran nya dia lo ga usah masuk pas pelajaran nya dia di pertemuan-pertemuan berikutnya.” Yuan dengan semangat jawab “ya baguslah jadi gue ga perlu lagi cari alesan buat ga ikut pelajaran nya dia.” Aldo balik jawab “lo harus minta maaf sama Bu Ronita, udahlah gue mau balik lagi ke kelas! Pikirin baik baik An!” ucapan terakhir dari Aldo sebelum Ia pergi menjauh dari Yuan.
Yuan yang masih duduk di bangku taman masih memikirkan ucapan yang di kata-kata Aldo tadi benarkah sampai sebegitu nya Bu Ronita kecewa kepada nya. Namun apa daya Yuan sudah terlanjur sakit hati dengan sikap Bu Ronita apalagi ditambah dengan pesan nya yang Ia sampaikan kepada Aldo barusan.
Bel pulang sekolah berbunyi Aldo dan Yuan segera ke lapangan basket karena hari ini adalah jadwal mereka latihan basket di minggu ini. Sambil menunggu latihan di mulai Yuan duduk di kursi pinggir lapangan basket sambil memandang kelas di sebelah pojok kiri. Hawa di siang itu cukup sejuk sejenak Yuan melamun memikirkan perkataan yang tadi siang di lontarkan oleh Bu Ronita, seketika lamunan nya hambur setelah Ia melihat seorang gadis cantik berambut panjang terurai berdiri di pojok kelas 11.9. Gadis itu sedang berbincang-bincang dengan teman nya Yuan tak mendengar apa yang mereka bicarakan namun senyuman yang keluar dari mulut manis gadis itu membuat Yuan tidak berhenti memandangi gadis itu sampai pandangan nya itu terhenti karena Aldo mengagetkan Yuan yang sedang asik memandangi gadis itu. “ Lo ngagetin aja sih Do! Ganggu lamunan Gue aja Lo!” Aldo sambil tertawa kecil menjawab “lagi Lo ngeliatin nya ga kedip kesambet aja Lo! Hahaha” jawab Aldo sambil bercanda. “Dododo, lo tau ga cewek yang lagi diri di pojok kelas 11.9 itu?” Aldo menjawab sambil tertawa “hahaha Yuan Yuan katanya cowok paling populer di sekolah tapi sama cewek sepopuler dia aja ga tau, nama nya Anjani dia anak kelas 11.9, kenapa emang nya? Jangan bilang lo mau deketin dia lagi???” Yuan menjawab “ya maklum aja gue ga tau kelas gue dimana kelas dia dimana. Hahaha itu lo udah tau jawabanya. Gue bakalan ngedeketin dia Do!” Aldo serentak langsung menjawab “dia tuh salah satu cewek yang susah buat di deketin apalagi sama cowok yang belum dia kenal dan satu lagi denger denger dia salah satu anak dari guru di sekolah ini juga.” Yuan menjawab sambil tertawa “jangan panggil gue Yuan kalau gue ga mampu buat ngeluluhin hati cewek. Siapa yang ga tertarik sama ketampanan gue! Hahaha” Aldo menjawab pasrah “yah terserah lo aja lah coba lo buktiin lo mampu buat deketin Anjani” Yuan menjawab sambil menepuk punggung Aldo dengan cukup keras “oke gue bakal buktiin ke lo kalau gue mampu buat Anjani jatuh cinta sama gue, udah ayo kita mulai latihan.” Ujar Yuan seraya berjalan terlebih dahulu ke lapangan basket. Aldo pun ikut berjalan sambil memegangi punggung nya yang panas karena pukulan si Yuan.
Malam hari nya di kamar Yuan, Yuan mulai menyusun rencana untuk mendekati Anjani sang Putri yang sudah membuat hati Yuan terpana melihat nya. Rencana awal Yuan yakni menjatuhkan saputangan lucu berwarna merah jambu milik adik nya Ajeng. Ketika Anjani sedang berpapasan lewat dengan nya maka disaat itu dia menjatuhkan saputangan itu lalu berpura pura menanyakan kepemilikan saputangan itu kepada Anjani.
Keesokan hari nya Yuan melancarkan rencana nya. Ketika Anjani melewati lapangan basket maka Yuan dengan sengaja menjatuhkan saputangan itu tepat di samping Anjani berjalan lalu Yuan menghampiri Anjani lalu mengambil saputangan itu. “Sorry,saputangan lo jatoh tuh” sambil menyodorkan saputangan itu ke Anjani. “oh, itu bukan saputangan gue ko,mungkin lo salah kasih orang kali ya.” Yuan menjawab “ya gue ga tau persis sih waktu jatoh nya gue fikir ini punya lo,emm mungkin aja ini punya temen lo. Lo bawa aja dulu siapa tau aja itu punya temen temen lo.” Anjani menjawab “ ya mungkin, yasudah saputangan ini gue bawa dulu ya. Oia nama lo siapa? Gue Anjani anak 11.9” Yuan pun dengan semangat menjawab “gue Yuan anak 11.1,salam kenal ya”.      ”oke,gue duluan ya.”jawab Anjani.
Keesokan harinya seperti biasa Yuan berangkat sekolah namun kali ini terlihat senyuman dari mulut nya. Ya senyuman itu karena Ia senang sudah bisa semakin dekat Anjani.
Jam pelajaran dimulai hari ini kelas 11.1 di mulai dengan pelajaran sejarah. Pelajaran yang paling tidak di sukai oleh Yuan namun pagi ini tidak seperti biasa nya yang seharusnya Yuan langsung keluar kelas namun Ia menjadi murid yang paling semangat mengikuti pelajaran Bu Ronita itu. Pasti nya karena kebahagiaan nya bisa dekat dengan Anjani. Semenjak hal itu Yuan tidak pernah lagi keluar kelas di pelajaran manapun dan hal itu mampu mebuat anak seisi kelas bahkan Bu Ronita pun heran dan kagum kepada Yuan.
Kedekatan Yuan dan Anjani semakin terlihat mulai dari Anjani mengiyakan untuk pergi keluar bareng pada malam minggu pertama bahkan sampai malam minggu ke empat.
Seperti biasa sama seperti malam minggu sebelum nya Yuan bersiap siap untuk berkencan dengan Anjani. Namun kali ini uan telah menyiapkan beberapa kata untuk “menembak” Anjani. Persiapan nya pun semakin matang maka langsunglah Yuan menuju rumah Anjani.
Namun betapa kaget nya ternyata cewek yang dia sayang selama ini anak dari Bu Ronita guru sejarah yang pelajaran nya paling di benci oleh nya. Dengan perasaan deg degan Yuan menyium tangan Bu Ronita dan menanyakan keberadaan Anjani.
Untung saja Anjani langsung keluar dan segera mempersilahkan Yuan untuk duduk. Terpaksa malam minggu kali ini hanya diisi dengan berkunjung ke rumah Anjani. Dan terpaksa niatan Yuan untuk menembak Anjani tertunda.
Keesokan hari nya sepulang sekolah Yuan mengajak Anjani untuk pulang bareng namun Anjani menolak dengan alasan Ia di tunggu orang rumah untuk segera pulang. Dan akhirnya Yuan segera menembak Anjani di saat itu juga. Anjani hanya tersenyum simpul kecil dan senyum itulah yang membuat Yuan semakin suka apabila melihat Anjani. Anjani hanya menjawab “aku harus pulang!” segera Anjani meninggalkan Yuan yang masih duduk terdiam di lapangan basket. Yuan masih bingung kenapa jawaban dari Anjani hanya seperti itu. Apakah karena larangan dari Bu Ronita karena Bu Ronita tahu kalau Yuan yang selama ini dekat dengan Anjani secara Bu Ronita mengetahui bahwa Yuan merupakan murid satu satu nya yang tidak suka dengan pelajaran nya. Yuan semakin bingung dan sekarang ini Ia merasakan patah hati.
Keesokan hari nya sepulang sekolah Yuan tampak tidak bersemangat untuk latihan basket seperti biasa. Ia hanya duduk melamun memandangi kelas 11.9. Ia membayangkan seorang gadis cantik dedngan rambut terurai berdiri dan tersenyum kepadanya yang pasti itu adalah Anjani. Masih banyak pertanyaan pertanyaan yang Yuan sendiri pun tak tahu jawaban nya.
Aldo datang sambil berlari lari kecil menghampiri Yuan yang sedang duduk melamun dan menepuk bahu Yuan sehingga Yuan pun hilang dalam lamunan nya. “lo kenapa sih dari tadi ga semangat banget?” Tanya Aldo. Yuan menjawab dengan nada rendah “Anjani do kemaren gue nembak dia eh dia bukan nya ngasih jawaban malah berkata yang seharusnya bukan itu jawaban nya.”. Aldo menjawab dengan setengah tertawa “hahaha nih baca surat ini, ini titipan dari Anjani. Kemaren dia nitip surat itu ke gue” sambil menyodorkan surat dan berlari pergi menjauhi Yuan.
Yuan langsung membuka isi surat itu dan : “Yuan gue tau lo serius waktu nembak gue kemaren gue ngeliat keseriusan itu dimata lo. Bukan maksud nya gue engga jawab pertanyaan dari lo. Kemaren gue harus pulang karena gue harus buru buru ke Singapore untuk pengobatan terakhir sakit gue. Doain gue ya semoga pengobatan gue ini sukses. Dan soal nyokap, nyokap udah cerita soal perubahan sikap lo buat nerima pelajaran dia dan gue harap lo ga berubah karena semata-mata hanya untuk deket sama gue. Gue harap lo nunggu gue disana sampai gue pulang. GUE JUGA SAYANG LO!”
Yuan langsung menutup lipatan kertas itu dan “GUE AKAN NUNGGU LO JANI” segera Yuan  berlari mengejar Aldo untuk latihan basket.
Sekarang Yuan tahu dan dapat memetik pelajaran bahwa cinta itu tidak selamanya manis dan semulus yang di harapkan. Perjalanan cinta Yuan memang habis bangkit jatuh lalu bangkit lagi J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar