Tahun ini menjadi sangat spesial karena kelas-ku berisi pemain-pemain top di liga antar kelas di sekolahku, sehingga aku lebih besemangat dalam bermain. Kelasku menjadi salah-satu tim elit diantara tim-tim dari kelas lain. Hari ini menjadi spesial karena aku akan bertanding dengan mantan kawanku kala dulu masih duduk di kelas-1, kali ini sebagai lawan. Namanya Iwan, penampilannya yang gemuk mungkin akan mengecoh lawan, dibalik penampilannya ia adalah penyerang yang cerdik dengan kemampuan yang mumpuni (beh). Sore itu aku bermain sebagai gelandang jangkar seperti biasanya, posisi bermain kesukaanku. Sebetulnya aku lebih suka menjadi gelandang tengah atau gelandang serang dan melepaskan passing-passing kunci serta assist bagi para striker, tetapi sangat sulit untuk bersaing di tim yang mayoritas dihuni oleh pemain-pemain bagus di-kelasku. Sangat spesial karena paling tidak aku akan bermain head-to-head dengan iwan dalam beberapa kesempatan.
--kick off--
seperti biasa aku bertugas merusak aliran bola lawan ke penyerang-penyerang mereka selain membantu serangan sekali-kali. Paling tidak iwan saya kunci rapat-rapat agar tidak leluasa memainkan si kulit bundar. Taktik ini terbukti sukses, lawan belum dapat mencetak gol sementara kami mendapat 1 gol. Gerakan Iwan yang mudah dibaca memudahkan saya mengatur pertahanan dari passing-passing terobosan lawan. Mungkun karena memang ia berpostur gemuk sehingga agility nya kurang. Sayang di pertengahan pertandingan aku lengah, mungkin karena terlalu meremehkan kemampuan lawan. Saat itu terjadi serangan balik dengan cepatnya saya sudah mengatur posisi agar tidak terlalu jauh dari iwan sehingga aku dapat menggagalkan aliran bola-bola through pass lawan. Saya tidak menyangka Iwan mundur lebih ke dalam pertahanan timnya tidak seperti biasanya menunggu bola agak didepan. Sementara sebagian besar kawan satu tim ku sedang asik-asiknya dalam posisi menyerang. Bola meluncur cepat ke sayap kiri pertahanan kami, sementara para pemain kami terfokus kepada bola di sayap kiri saya mendekati iwan agar mempersempit ruang geraknya di sentral 1/2 pertahanan kami. Tak diduga iwan dengan cerdiknya memanfaatkan body charge-nya untuk melepaskan kawalan tight marking yang aku usung. Keseimbanganku pun goyah sambil berlari mengejar iwan tubuhku roboh menghujam tanah. Sebetulnya dibelakangku masih ada satu orang defender tapi ia terfokus kepada bola di sayap kanan. Ah, tidak dia lengah. Aku ingin berteriak mengingatkannya tp sudah terlambat. Iwan dalam posisi tidak terkawal menerobos ruang blind spot rekan-rekan ku. Dan akhirnya, seperti yang telah kuduga bola di passing kepada iwan dan ia mejaringkannya skor menjadi 1-1. Saat itu aku mulai memperhitungkan kecerdikan kawanku itu. Good move Iwan! Lain kali tidak akan ku kasih kau ruang, itu tekad ku. Untungnya tim kami dapat menambah gol kembali untuk memimpin, sehingga kami masih dapat bersaing ketat dengan tim-tim papan atas di liga antar antar kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar